Sasa, seorang mahasiswa double degree dengan latar belakang Pendidikan Anak Usia Dini di STAI dan Psikologi di UPI, mencintai aktivitas membaca, menulis, dan menggambar. Namun, kecintaannya tidak terbatas pada dunia kreatif, melainkan juga mencakup kegiatan akademis dan kemahasiswaan.
Sebagai anak pertama dari enam bersaudara, Sasa juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial. Perannya sebagai sekretaris di dua lembaga non-pemerintah, Muslimah Living dan Abdination Indonesia, merupakan bukti dari komitmennya terhadap perubahan positif dalam masyarakat.
Meskipun perjalanan akademisnya
diwarnai dengan berbagai tantangan, terutama di masa SMA, Sasa selalu bersyukur
dan menjadikannya sebagai peluang untuk tumbuh dan memperkuat karakternya. Di
tingkat kuliah, prestasi akademisnya pun tidak kalah membanggakan, terbukti
dengan terpilihnya ia sebagai Mahasiswa Berprestasi UPI. Proses seleksi yang
dimudahkan oleh Allah menjadi cermin dari ketekunannya.
Dalam pandangannya, Sasa menyadari kekurangan dalam sistem pendidikan. Sasa mengemukakan pandangan kritisnya terhadap sistem yang cenderung meratakan kemampuan siswa. Menurutnya, pendidikan seharusnya dapat mengakomodasi keberagaman bakat dan minat siswa, menciptakan peta peminatan sesuai dengan potensi individu, dan meningkatkan kualitas guru.
Ridho Allah melalui ridho orangtua menjadi motivasi utama Sasa. Dia yakin bahwa perjuangan orangtuanya untuk mewariskan ilmu bermanfaat adalah pendorongnya untuk terus berkembang. Dengan prinsip hidup untuk beribadah kepada Allah dan memenuhi amanah dari namanya, Sasa selalu memotivasi dirinya sendiri dengan semangat tinggi.
Dalam kata-katanya sendiri, Sasa menyampaikan pesan inspiratif, "Lakukan apa yang bisa membuat diri kita bangga di masa depan." Perjalanan hidupnya yang penuh warna dan inspiratif menjadi bukti bahwa kesuksesan dapat diraih dengan ketekunan, semangat, dan dedikasi yang tulus.

.jpg)

Komentar
Posting Komentar